Thursday, 12 May 2016

Ducati Akan Beberkan Sosok Rekan Lorenzo usai GP Italia



BOLOGNA - Tim Ducati Corse tampaknya tidak akan membuka teka-teki mengenai sosok pembalap yang akan menemani Jorge Lorenzo di tim pabrikan Italia tersebut musim depan. Ducati dikabarkan baru akan mengumumkan sosok pembalap tersebut usai seri Italia pada Minggu, 22 Mei 2016 malam WIB.

Sejauh ini, duo rider Ducati, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso dikabarkan tengah bersaing untuk memperebutkan satu kursi di Tim Ducati musim depan. Sayang, keduanya tidak dapat menunjukkan performa impresif pada seri kelima, akhir pekan lalu.

Pada GP Prancis, baik Iannone dan Dovizioso gagal menyentuh garis finis akibat terjatuh. Kendati demikian, pihak Ducati tetap menargetkan hasil maksimal di Mugello, Italia. Oleh sebab itu, tim pabrikan Italia tersebut enggan membeberkan teka-teki sosok pembalap yang akan menjadi tandem Lorenzo pada musim 2017.

“Mereka tidak ingin mendapatkan masalah di Italia. Seri ini sangatlah penting bagi Ducati dan saat ini mereka sedang fokus untuk mendapatkan hasil terbaiknya,” ujar seorang sumber sebagaimana dilansir dari Motorsport, Kamis (12/5/2016).

“Itu berarti mereka akan tetap diam perihal sosok rekan Jorge. Jika mereka memberitahu sebelum Mugello, pembalap mana yang akan bertahan maka keduanya pasti akan marah,” pungkasnya.

Marc Marquez: Ducati Adalah Juara di Bidang Akselerasi



LE MANS - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, menilai saat ini timnya memiliki tiga pesaing berat. Pemuda asal Spanyol itu mengungkapkan performa motor Tim Repsol Honda saat ini masih kalah dibandingkan Movistar Yamaha, Ducati Corse, dan Suzuki Ecstar.

Pada seri kelima di Sirkuit Le Mans, Prancis, Marquez gagal memetik hasil manis lantaran terjatuh di lap ke-16. Akibat dari insiden tersebut, ia harus rela mengakhiri balapan di posisi ke-13. Sementara rekan setimnya, Dani Pedrosa berhasil finis di posisi keempat.

Marquez menilai Tim Repsol Honda masih kalah dibanding Yamaha, Ducati, dan Suzuki terkait akselerasi mesin. Menurutnya, dari segi akselerasi, Ducati pantas menjadi tim terbaik.

“Jika kita memberikan peringkat pada akselerasi, Ducati menduduki posisi pertama di atas Yamaha, Suzuki, dan Honda. Kami hanya berbeda sedikit dengan Suzuki. Sementara dengan Ducati kami jauh berbeda,” ujar Marquez, seperti dikabarkan Speedweek, Senin (9/5/2016).

“Sedangkan jika dibandingkan Yamaha, kami hanya berbeda sedikit. Kami berbeda di posisi keempat jika membandingkan hal itu. Saya tahu bahwa kami harus bekerja keras. Kami percaya dengan kemampuan kami,” tandasnya.

Wednesday, 11 May 2016

Iannone: “What happened is very strange



Another potential podium finish ends in the gravel for Andrea Iannone who leaves France bitterly disappointed.

Andrea Iannone was able to show his speed around the 4.185km long Le Mans circuit during Qualifying, taking third on the grid in spite of a fall. His pace carried over to the race on Sunday as the Italian maintained his grid position during the opening laps. With Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha MotoGP) starting to get away at the front of the race, Iannone worked his way past his Ducati Team teammate Andrea Dovizioso and into second. His race, like the race of many others, would end prematurely as he fell at Turn 8 after losing the front. Iannone attempted to finish the race but retired on lap 12, just before his teammate and Marc Marquez (Repsol Honda Team) also crashed out. A double DNF for Ducati was hugely disappointing, especially as both riders had shown the pace to challenge for the podium yet again. 10th in the MotoGP™ World Championship, the season can only get better for Iannone. It’s now off to Mugello, the home round of both Ducati and Iannone and one where they have always done well. In 2015 Iannone achieved his first MotoGP™ pole, despite racing with a recently dislocated shoulder. Before Le Mans, Iannone and Ducati tested in Mugello and will head there with an idea of what direction to head in.

Andrea Iannone: “I am very disappointed because crashing in the race, especially after a weekend in which we were always competitive and performing well, really hurts. What happened is very strange, because I pushed harder in the early laps to overtake Dovi under braking than when I was behind Lorenzo and trying to reduce the gap. But the behavior of the front tyre is always difficult to predict and you never know how much confidence you have. Despite the crash we proved that we were quick, even though we were unable to bring home any points: now we really have to improve some aspects that are not allowing us to be constant throughout the whole race.” (motogp.com)
Propellerads

Miller: “The bike disappeared from under me”



A first MotoGP™ top ten finish slipped through Jack Miller’s fingers as he crashed out of the French GP.

As in Jerez, Jack Miller came to the French GP with a still healing ankle that was put to the test by the technical French track. Once again Miller was unable to advance past Q1 and started the 28-lap race in 18th place. With nothing to lose he shot off the line and after a number of aggressive passes was in the points by lap seven. He slowly worked his way past the likes of Eugene Laverty (Aspar Team MotoGP) and attempted to close in on Hector Barbera (Avintia Racing). Given the state of his ankle it was an impressive performance as the Australian was up to tenth by the 17th lap, continually pushing to catch Barbera in ninth. But then on lap 18 the Estrella Galicia 0,0 Marc VDS rider lost the front at Turn 7, the Musée corner, after hitting a bump in the track. An almost guaranteed top ten finish was gone and Miller was forced to head back to the pits. Fortunately Miller was unharmed and will continue to work on his ankle before heading to Mugello.

Jack Miller: “It was a disappointing race.  We pushed hard with a plan to have a strong weekend in Le Mans and it was looking good but with 10 laps to go I came into corner seven and lost the front.  It felt normal, like the lap before, not too fast and then I just hit the bump and the bike disappeared from under me. Everyone struggled with the front tyre today and that is what happened to us."

Kunci Keberhasilan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi di Le Mans



LE MANS - Duo pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, berhasil mencatatkan hasil positif di GP Prancis pada Minggu 8 Mei 2016 malam WIB. Lorenzo sukses menutup seri kelima tersebut sebagai pembalap tercepat, sementara Rossi berada di posisi kedua.

Berbagai pujian pun diberikan untuk dua rider Tim Movistar Yamaha tersebut. Sebab, baik Lorenzo maupun Rossi berhasil mempertahankan konsistensinya sejak awal balapan. Performa apik keduanya juga menarik perhatian Andrea Dovizioso.

Pembalap Tim Ducati itu menilai pengaturan motor yang sesuai gaya balapan Lorenzo dan Rossi merupakan kunci keberhasilan keduanya. Meski Lorenzo dan Rossi tidak selalu tampil impresif, Dovi menilai kedua selalu berhasil mengakhiri balapan dengan baik.

“Lorenzo memiliki kemampuan yang istimewa. Ia juga selalu tampil cepat dengan pengaturan ban yang diberikan kepadanya,” tutur Lorenzo, seperti dilansir dari Crash, Senin (9/5/2016).

“Sementara Valentino mungkin tidak selalu tampil cepat, tetapi ia selalu berhasil tampil baik di atas lintasan. Dengan gaya balapannya, ia berhasil tampil memuaskan. Menurut saya, pengaturan motor yang sesuai gaya balapan keduanya adalah kunci keberhasilan mereka,” lanjutnya.

Lorenzo Sebut Hasil Balapan di Le Mans Spesial



TRIBUNNEWS.COM - Pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo menilai persaingan untuk menjadi juara dunia MotoGP musim ini menjadi lebih menarik lagi setelah dia dan Valentino Rossi meraih podium 1 dan 2, sementara Marc Marquez hanya  menambah 3 poin.

Pasalnya, Marc Marquez menjalani balapan dengan baik dan tanpa kesalahan serius pada empat seri pertama musim ini. Dengan Marquez hanya finis Ke-13 di Le mans tersebut, Lorenzo menganggap persaingan di antara pebalap papan atas terasa seperti dimulai dari nol lagi.

Lorenzo kini di puncak klasemen dengan 90 poin, hanya terpaut lima poin dari Marquez, dan hanya unggul 12 poin dari Valentino Rossi.

Persaingan akan dilanjutkan pada balapan seri Keenam yang akan digelar di sirkuit Mugello, Italia pada 22 Mei mendatang.

"Ini hari yang spesial, terutama untuk persaingan juara. Sebelum lomba ini, Marquez tidak membuat kesalahan fatal dan pada balapan ini hasil terbalik diraih pebalap Yamaha, karena saya sebelumnya terjatuh di Argentina dan Rossi jatuh di Austin, jadi kita memulai dari nol lagi pada balapan berikutnya," kata Lorenzo.

"Sekarang akan dihadapi balapan di Mugello dan itu adalah trek yang saya sukai dan mungkin itu adalah balapan favorit saya, di mana saya bisa mengambil keuntungan dari semua kualitas dan kekuatan saya," kata Lorenzo dilansir crash.net.

"Jelas Ducati akan kuat dengan adanya lintasan lurus panjang dan itu adalah trek di mana mereka menghabiskan lebih banyak waktu saat uji coba," kata juara bertahan itu.

Tuesday, 10 May 2016

Marc Marquez Akui Kehebatan Rossi dan Lorenzo



LE MANS - Rider Tim Repsol Honda, Marc Marquez tidak dapat menutupi kekecewaannya usai gagal naik podium di seri kelima gelaran MotoGP 2016 pada Minggu, 8 Mei 2016 malam WIB. Pada seri yang berlangsung di Le Mans, Prancis tersebut Marquez hanya mampu menutup balapan di posisi ke-13.

Hal tersebut disebabkan oleh insiden yang dialami dirinya di lap ke-16. Alhasil, ia harus terjatuh dan kehilangan waktu. Sementara itu, duo rider Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi sukses menutup balapan dengan manis. Dua pembalap Movistar Yamaha tersebut finis di posisi pertama dan kedua.

Marquez mengaku sulit untuk menyangi duo rider Movistar Yamaha tersebut di Le Mans, Prancis. Pemuda asal Spanyol itu menyatakan, baik Lorenzo maupun Rossi sama-sama tampil sangat kuat di seri kelima tersebut.

“Hari ini saya melihat Lorenzo menyalip saya, kemudian Valentino juga menyalip saya. Saya tidak mencoba menyalip mereka karena saya tahu posisi saya. Namun memang hampir tidak mungkin saya menutup balapan dengan baik,” tutur Marquez, sebagaimana dilansir dari Crash, Senin (9/5/2016).

“Beruntung saya hanya selisih lima poin dari Jorge. Kami tahu kedua rider Yamaha tersebut lebih kuat dari kami, tetapi kami akan mempertahankan performa kami dan mari kita lihat perubahan yang terjadi,” tandasnya.
(Sumber :detik.com)

The Maniac Joe Tak Ingin Bernasib Sial Lagi



LE MANS - Hasil pahit harus kembali dirasakan pembalap Tim Ducati, Andrea Iannone, saat bersaing di GP Prancis pada Minggu 8 Mei 2016 malam WIB. Iannone mesti rela gagal menyentuh garis finis usai tersungkur saat melintas di lap kedelapan.

Itu adalah ketiga kalinya Iannone terjatuh dalam lima seri pembuka musim 2016. Hal tersebut tentu bukan merupakan kabar manis bagi pria berjuluk The Maniac Joe itu. Sebab saat ini, Iannone dan rekan setimnya Andrea Dovizioso tengah bersaing memperebutkan satu kursi Ducati untuk musim 2017.

Iannone menilai dirinya sedang tidak beruntung. Ia berharap tidak lagi menelan pil pahit di seri-seri selanjutnya.

“Musim lalu saat saya bersaing, saya memahami segalanya. Saya merasakan bersaing di posisi terdepan dan saya memahami kondisi motor saya,” tutur Iannone, sebagaimana dilansir Crash, Senin (9/5/2016).

“Saya kira musim ini juga akan baik-baik saja. Namun, tiba-tiba saya mengalami masalah. Jadi ini adalah situasi sulit bagi setiap orang. Saya harap tidak akan mengalami hal seperti ini lagi,” lanjutnya. (Sumber :detik.com)

Misteri Jatuh Bersamaan Marquez dan Dovi di Le Mans Terjawab






PPC Iklan Blogger Indonesia Liputan6.com, Le Mans - Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso dan ride Repsol Honda, Marc Marquez, jatuh bersamaan pada lap kelima MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans. Lokasi jatuhnya Marquez dan Dovizioso pun sama yakni di tikungan Museum Sirkuit Le Mans.

Dovi dan Marquez terjatuh dalam momen yang sama dan gerakann jatuhnya seperti sebuah koreografi. Kejadian itu tergolong aneh dan tentu saja merugikan bagi keduanya karena posisi mereka harus melorot jauh ke belakang, setelah sebelumnya berada di posisi ketiga dan keempat.

Saat insiden itu terjadi, balapan menyisakan 13 lap lagi, Dovizioso tak bisa melanjutkan lomba, sedangkan Marquez finis di posisi ke-13. Misteri penyebab jatuh bersamaan Marquez dan Dovi belakangan akhirnya terjawab.
 
Karakteristik ban depan Michelin dianggap sebagai salah satu penyebab Dovi dan Marquez jatuh bersamaan di lokasi yang sama. Menurut pembalap asal Italia itu, ban depan Michelin membuat motornya kehilangan cengkraman saat mengerem.

"Anda tidak pernah merasa melewati batas, tetapi ketika Anda mendorong lebih sedikit, itu bisa terjadi. Saya dan Marc jatuh dengan cara yang sama, seperti semua pembalap lain," ucap Dovi, seperti dilansir Crash.




"Tetapi, itu sama dengan semua orang. Semua orang sesungguhnya dapat mengendalikan karakteristik itu (ban depan Michelin). Ini bukan masalah," kata dia.

1 of 2
Belum Pernah Terjadi

Pebalap asal Italia Andrea Dovizioso dari tim Ducati saat kualifikasi MotoGP di Sirkuit Aragon Motorland , Alcaniz.(AFP Photo/Jaime Reina)
Jatuh bersamaan Dovi dan Marquez diyakini belum pernah terjadi dalam hampir dua dekade di ajang MotoGP. Marquez juga menilai kecelakaan yang dialaminya merupakan konsekuensi dari risiko yang harus diambil ketika ingin melampaui batas.

"Saya bisa memilih balapan dengan gaya lebih konservatif, tetapi di sini (MotoGP) Anda dapat berakhir dengan posisi jauh di belakang. Jadi, saya harus mengambil risiko," papar pembalap asal Spanyol ini.

"Di Le Mans, saya kehilangan pijakan saat melakukan akselerasi dan akhirnya saya juga kehilangan cengkeraman di bagian depan motor yang membuat saya jatuh," ujar Marquez.

Hot Sport: Lorenzo Semprot Ducati



MESKIPUN bakal membela Ducati mulai musim depan, Jorge Lorenzo tetap tidak segan mengeluarkan nada pedas terhadap pabrikan asal Italia itu. Dia menyalahkan Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso sebagai penyebab melempemnya Ducati musim ini.

Ducati seperti repot sendiri ketimbang bersaing dengan para pembalap lain. Tragedi paling aneh terjadi ketika GP Argentina, yakni Iannone menabrak Dovizioso, padahal keduanya selangkah lagi mengamankan posisi finis kedua dan ketiga.

Terkini, Iannone dan Dovizioso kembali mengalami kesialan dengan gagal finis dalam GP Prancis yang digelar di Sirkuit Le Mans pada Minggu 8 Mei 2016. Berarti dari lima seri yang sudah digelar, dua pembalap asal Italia ini masing-masing sudah mengoleksi tiga retired.

Hal itulah yang membuat Lorenzo mengkritik penampilan Ducati. Terlebih lagi dia sudah berkomitmen untuk gabung Ducati selama dua musim per MotoGP 2017. Dia tidak ingin saat nanti ke Bologna –markas Ducati, tim yang identik dengan warna merah itu masih belum bisa memperbaiki performa.

“Saya pikir untuk saat ini Ducati tidak berbicara banyak di persaingan gelar juara karena kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh kedua rider mereka,” ujar Lorenzo, mengutip dari Crash, Senin (9/5/2016).

“Jadi menurut saya, kami harus membandingkan kualitas dengan Marc dan Rossi. Saya pikir sangat bagus rasanya bisa memimpin klasemen saat ini,” tutupnya.
(Sumber :detik.com)





PPC Iklan Blogger Indonesia